|
Perusahaan Malaysia Dituduh Bakar Hutan |
|
|
|
Senin, 04 September 2006 |
 Bakar hutan Beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit milik investor Malaysia di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan, Kaimantan Tengah, diduga membakar hutan untuk membuka lahan. Menurut koordinator Save Out Borneo Nordin kemarin, berdasarkan pantauan bersama pers pada 1 dan 2 September di Kotawaringin Timur dan Seruyan, sejumlah perkebunan kelapa sawit diduga tengah membakar hutan untuk pembukaan lahan (land clearing).
Nordin memiliki bukti bahwa hal itu dilakukan perkebunan kelapa sawit milik warga Malaysia pada Juli dan Agustus 2006. Pembakaran di Seruyan dilakukan oleh PT Agro Bukit, di bawah Golden Hope Bhd., dan PT Hamparan Sawit Eka Malam, anak PPB Oil (Palm-Malaysia). Sedangkan di Kotawaringin Timur, hal itu dilakukan PT Sarana Titian Permata dan PT Kerry Sawit Indonesia Estate III. Keduanya PT PPB Oilpalm Bhd., Malaysia. Pembakaran dilakukan per blok seluas 20 hektare, yang diawali dengan pembakaran kayu bekas gusuran alat berat. Pembakaran biasanya dilakukan pada malam hari di blok baru yang dekat dengan hutan. Pembakaran hutan yang mengakibatkan kabut asap tiap tahun itu membuat hubungan hubungan Indonesia-Malaysia agak menghangat. Ketika dimintai konfirmasi, Senior Conductor PT Sarana Titian Permata Imam Kudori mengakui ada pembakaran hutan di perkebunan milik perusahaannya. (Sumber: Koran Tempo, 04/09/06. Sin) |