ECENET Indonesia
Jobs
 

 

pic_06.jpg
 

KEBAKARAN HUTAN PDF Print
Rabu, 07 Juni 2006
Bahaya Kebakaran di Kaltim Berstatus Menengah

Tingkat bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur saat ini berstatus menengah berdasarkan indeks kekeringan enam hari terakhir yang berkisar 1.100-1.200. Indeks kekeringan diperkirakan tinggi, bahkan ekstrem, berarti rawan kebakaran, diperkirakan terjadi bulan Juli-Agustus 2006. Kemarau dan kekeringan diperkirakan berlangsung sampai Oktober 2006.

 

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) Dinas Kehutanan Kaltim mendeteksi enem titik api, Kamis lalu. Masing-masing di Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Tarakan, sedang di Bontang terdeteksi dua titik api.

Kurun 2003 terdeteksi 80 titik api. Kurun 2004 jumlah meningkat drastic menjadi 4.016 titik api, sedangkan kurun 2005 terdeteksi 2.596 titik api. Antara 2003 dan 2005, titik api banyak terdeteksi di Pasir, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Bulungan, dan Nunukan. Sumber api biasanya dari aktivitas manusia yang melakukan penebangan hutan atau membakar ladang.

Kriteria pengelolaan yaitu normal, siaga III, siaga II, dan siaga I. Kriteria normal berarti tidak perlu ada patroli lapangan, memastikan peralatan pemadaman siap digunakan, penyadaran masyarakat, pelatihan personel pemadam, dan memantau serta mengevaluasi informasi kebakaran.
 
(Sumber: KOMPAS, 07/06/06.SIN)