|
Asap kebakaran hutan di Jambi semakin tebalmenyusul masih maraknya kebakaran hutan dan lahan pertanian, perkebunan, semak belukar di wilayah itu. Ketebalan asap meningkat drastis setiap pagi, sore dan malam hari. Ketebalan asap di Kota Jambi cukup tebaldan merata di seluruh wilyah kota itu. Namun asap tersebut belum sampai menganggu kelancaran transportasi udara, darat, sungai dan laut.
Sumber asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batanghari dan Muarojambi. Sementara itu, Posko Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Pusdalkarhutlah) Provinsi Jambi tidak dapat memantau jumlah dan lokasi titik api di daerah itu sejak Jumat karena kerusakan satelit pemantau dan pencatat titik api, National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA) di Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemantauan satelit NOAA tanggal 1-5 Juli, jumlah titik api di tujuh kabupaten di ProvinsiJambi mencapai 148 titik. Jumlah titik api paling banyak terdapat di Kabupaten Batanghari, yakni sebanyak 51 titik. Kemudian jumlah titik di Kabupaten Tebo mencapai 48 titik, Kabupaten Muarojambi dan Bungo masing-masing sembilan titik, Kabupaten Sarolangun sebanyak lima titik, Kabupaten Tanjungjabung Barat dua titik dan Kabupaten Merangin satu titik. (Sumber: Suara Pembaruan, (11/07/06. SIN) |